Mukjizat Nabi Ibrahim

Mukjizat Nabi Ibrahim

Thebangladeshtoday.com/ca
Api yang memancar akibat ledakan gas (ilustrasi).
Api yang memancar akibat ledakan gas (ilustrasi).
Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS) adalah seorang nabi dan rasul Allah yang memiliki keberanian dan mukjizat yang luar biasa dari Allah SWT. Keberaniannya adalah melawan Raja Namrudz dari Babilonia yang mengaku sebagai tuhan dengan membakar patung-patung atau berhala yang menjadi sesembahan.
Keberaniaan Ibrahim menghancurkan berhala-berhala sesembahan kaumnya ini sehingga membuat Raja Namrudz murka. Karena itu, ia memerintahkan para pengawalnya untuk menangkap Ibrahim dan memasukkannya ke dalam api. Namun, atas izin Allah SWT, api tak sanggup membakarnya. Inilah kemukjizatan yang dimiliki Ibrahim. Peristiwa heroik ini diabadikan Allah dalam Alquran, di antaranya pada surah Al-An'am ayat 74-83, Al-Anbiya ayat 51-70, Albaqarah ayat 124 dan 258, Alsyuara ayat 69-89, Ibrahim ayat 35-41, dan Hud ayat 69-76.
Dalam bukunya, Atlas Alquran, Dr Syauqi Abu Khalil menjelaskan, Ibrahim adalah putra dari Azar bin Nahur. Ada yang menyebutkan, Azar adalah paman Ibrahim. Menurut kebiasaan masyarakat Arab, paman berkedudukan sebagai ayah.
Ibrahim dilahirkan di sebelah selatan Irak dan tinggal di Kota Ur al-Kildaniyah. Dia termasuk penduduk Kutsi--sebuah desa di Babilonia atau al-Wuraka'. Di Kutsi ini pula, dilakukan upaya pembakaran terhadap diri Ibrahim oleh Raja Namrudz.
Setelah gagal dibakar, Ibrahim melakukan perjalanan ke Carrhae (Harran atau Haaraan), sebelah utara tanah semenanjung. Kemudian, bertolak menuju Palestina bersama istrinya Sarah dan anak saudaranya Luth. Luth juga membawa istrinya. Karena terjadi kekeringan, dia pindah ke Mesir pada masa Raja Ru'at (Hyksos).
Kemudian, dia kembali lagi bersama Luth menuju ke sebelah selatan Palestina. Lalu, keduanya berpisah dalam upaya menjaga hubungan kasih sayang agar mereka memperoleh rumput dan air bagi binatang gembalanya. Ibrahim lantas tinggal di sumur as-Saba', sementara Luth tinggal di sebelah selatan Laut Mati, yaitu sebuah tempat yang dikenal dengan sebutan Buhairah Luth.
Selanjutnya, Ibrahim melakukan perjalanan bersama istri keduanya Hajar dan anaknya Ismail menuju Makkah. Keduanya kemudian ditinggal di sana, ''Yaitu, di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman.'' Dan, setelah terpancar sumber air zamzam, Jurhum (kabilah) datang melalui jalan kuda. Ibrahim dimakamkan di Kota Khalil (Hebron) di Palestina.
Berbuat ikhlas agar umat Islam tidak menjadi umat penyembah berhala. (ilustrasi)
Berbuat ikhlas agar umat Islam tidak menjadi umat penyembah berhala. (ilustrasi)
Seperti halnya Firaun yang khawatir terhadap salah seorang keturunan Bani Israil yang akan menghancurkan diri dan kerajaannya, Raja Namrudz juga mengalami hal serupa. Karena itu, ia memerintahkan seluruh pengawalnya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir.

Khawatir akan pembunuhan terhadap bayinya, ibunda Ibrahim dan ayahnya Azar (ada pula yang menyebut pamannya) pun meninggalkan Ibrahim kecil di sebuah gua. Namun, atas izin Allah, ibunda Ibrahim senantiasa bisa menemui dan menyusui Ibrahim serta memeliharanya hingga dewasa. Adapun ayahnya Azar adalah seorang pembuat patung.

Sebagaimana dikisahkan dalam Alquran, Ibrahim AS telah melakukan pencarian siapa Tuhan sebenarnya. Ketika masih di dalam gua, saat menyaksikan bintang, Ibrahim mengira itulah tuhannya. Demikian pula saat melihat bulan pada malam hari dan matahari di siang hari, Ibrahim mengira itulah tuhannya. Namun, ketika pada waktu-waktu tertentu; bintang, bulan, dan matahari itu tenggelam, Ibrahim mengeluh dan mencari Tuhan yang menciptakan bintang, bulan, dan matahari, yakni Allah SWT. Dan, ia percaya, tidak ada Tuhan selain Allah yang menciptakan langit dan bumi.

Selanjutnya, ketika menyaksikan orang tuanya membuat patung dan masyarakatnya menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri, Ibrahim berusaha untuk menghentikan perbuatan mereka. Maka, ketika tiba saatnya perayaan untuk penyembahan terhadap berhala-berhala tersebut, Ibrahim mendahului mereka masuk ke dalam haekal-haekal tempat ibadah kaumnya itu. Di dalam haekal tersebut, Ibrahim segera menghancurkan patung-patung tersebut dan menyisakan sebuah patung besar.

Ketika kaumnya mendapati kerusakan pada berhala tersebut, tuduhan pun langsung dialamatkan padanya. Ibrahim menjawab bahwa yang membuat kerusakan itu adalah patung besar yang dilehernya tergantung sebuah kapak. Atas penjelasan tersebut, kaumnya berkata, ''Bagaimana mungkin sebuah patung yang tidak bernyawa dan tak mampu bergerak bisa menghancurkan patung-patung lainnya?''

Jawaban ini makin membuat Ibrahim merasa menang. ''Jika memang tidak bisa berbuat apa-apa, lalu mengapa kalian menyembah dan memuja-mujanya.'' Dari sinilah kemudian, Ibrahim ditangkap dan akhirnya dimasukkan ke dalam api yang besar. Atas kehendak Allah, Ibrahim selamat dari panasnya api tersebut. Kisah selengkapnya dapat dilihat dalam Alquran, di antaranya pada surah al-An'am ayat 74-83, al-Anbiya ayat 51-70, al-Baqarah ayat 124 dan 258, asy-Syuara ayat 69-89, Ibrahim ayat 35-41, dan Hud ayat 69-76.
Sumber:Republika
loading...

0 Response to "Mukjizat Nabi Ibrahim"

Posting Komentar