Arti Istidraj




Istidraj Adalah kenikmatan yang diberikan Allah SWT tanpa melalui keimanan dan syariat yang di kerjakan. Ketika seseorang diberi nikmat berupa rizki yang melimpah, kesenangan hidup, kesehatan yang terus menerus, panjang umur dan sebagainya. Namun dengan nikmat tersebut dia semakin jauh dengan Allah SWT, maka bisa jadi itulah Istidraj yang akan semakin mendekatkan mereka dengan azab-Nya.

Pernahkah anda melihat seseorang yang diberikan oleh Allah segala kemudahan, dan kenikmatan dalam bentuk harta yang berlimpah namun enggan beribadah kepada Allah? Jika anda ingin mengetahuinya, itulah orang yang Istidraz, orang yang diberikan oleh Allah harta yang berlimpah, namun dia tidak mau melakukan segala kewajibannya kepada sang maha pemberi . Apakah kamu tau apa Istidraj itu? Istidraj adalah suatu jebakan dimana seseorang diberikan oleh Allah berupa rezeki yang melimpah padahal ia selalu meninggalkan perintah Allah.

Allah sengaja membiarkan pelaku Istidraj, yang dengan sengaja meninggalkan perintah shala, tidak berpuasa dan segala macam ibadah yang lainnya, namun orang itu tetap melakukan maksiat. Seperti berat untuk bershodakoh, mengabaikan perintah Allah dan justru lebih mendekati larangannya. Dia merasa bangga dengan segala yang dimiliki sehingga dia menganggap mudah segala perintah Allah sehingga mengabaikannya. 
Buat pelaku Istidraz, walaupun dia tau dia lalai dalam beribadah, namun dia selalu menunda-nunda  untuk bertobat, dia merasa akan memiliki umur yang panjang hingga lupa dengan kematian, karna hidupnya selalu penuh dengan kenyamanan, selalu sehat, selalu dikelilingi pujian dan kesenangan yang tiada habisnya.

Waspadalah! 

Itu semua adalah Istidraj. Semua itu Dia lakukan dengan sengaja hanya untuk melihat apakah hambaNya akan selalu bersyukur dan menjalankan perintahNya ketika ia di berikan kesenangan. Banyak diantara kita yang jika diberikan oleh Allah kesenangan tapi ia malah lupa untuk bersyukur menjalankan perintahNya.
Oleh sebab itu, Jika anda diberi kesenangan oleh Allah SWT jangan bahagia terlebih dahulu, bisa jadi itu adalah cara Allah untuk menguji keimanan kita. Bila semua kesenangan yang Dia berikan kepada kita membuat kita semakin jauh dari Nya, maka tunggu saja azab Allah itu pasti.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).

Akhir kata saya berdo'a semoga kita bisa menjadi hamba yang selalu bersyukur, menyadari jika ni'mat dunia hanyalah sementara dan dijauhkan dari sifat Istidraz, Aamiin..
loading...

0 Response to "Arti Istidraj"

Posting Komentar