Penempatan dan pengucapan Kalimat "Insya Allah" & "Na'udzubillahimindzalik"



Penempatan dan pengucapan Kalimat "Insya Allah" & "Na'udzubillahimindzalik"



Kalimat thoyibah memang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, namun kita juga harus mengerti arti ucapan dan penempatannya, dan sebagai seorang muslim dalam kehidupanya sehari-hari saya maupun anda pasti sering mendengar atau mengucapkan  kata seperti ini "insyaallah" & "na'udzubillahimindzalik" itu biasa, sebab kalimat tersebut adalah kalimat yang diambil dari ayat Allah SWT. Namun yang kita bicarakan sekarang adalah tentang penempatan pengucapan kata itu dalam kehidupan kita sehari-hari, untuk itu mari coba kita telaah dan pahami bersama


- Insya Allah





Secara bahasa kata Insya Allah itu berarti jika Tuhan menghendaki, disini makna kata tersebut adalah sebuah bentuk kepasrahan seorang hamba terhadap Tuhan. Seperti yang kita tahu bahwa manusia hanya bisa merencanakan sesuatu dan Tuhan lah yang berkehendak atas perencaan sesuatu tersebut,,akankah terwujud ataupun tidak. Kata InsyaAllah mempunyai makna ketidak tahuan hamba akan waktu yang akan datang, baik itu satu detik mendatang ataupun menit, jam, hari, dan tahun, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Maka kita sering mengucapkan kata tersebut. Tapi sering kali kata itu di gunakan untuk menutupi atau sebagai legalitas dari sebuah keraguan. Ketika kita melakukan sebuah janji dengan seseorang kita sering mengucapkan kata itu. Tapi kadang-kadang kita menggunakan kata itu hanya takut bila nanti kita tak menepati janji tersebut atau sebagai legalitas untuk meredam emosi atau kekesalan terhadap pihak yang telah kita berikan janji. Kesalahanya adalah kita menempatkan kata itu atas dasar sungkan (tak berhasrat atau tak kita niati sepenuhnya) atas suatu yang akan kita lakukan. Padahal kata tersebut harusnya kita dasari dengan kejujuran dan niat untuk melakukan apa yang akan kita lakukan bukanya hanya untuk menutupi keraguan kita. Dan bila janji itu tidak terpenuhi hendaknya itu adalah atas kehendak Tuhan bukan atas kehendak kita karena pada waktu berjanji kita sudah sungkan atas hal yang kita janjikan. Jadi.. jika kita ada janji dengan seseorang, dan kita telah mengucapkan Insya Allah,maka berusahalah untuk menepatinya, tulus karna Allah

-  Na'udzubillahimindzalik


Kata yaang kedua ini sering kita dengar ketika kita melihat ataupun mendengar suatu kejadian buruk atau yang sangat di murkai oleh Allah SWT. Kata "di murkai oleh Allah Swt" perlu ditekankan pada saat pengucapan kata ini. Kebanyakan dari kita sering salah dalam penempatan pengucapan kata ini. Kesalahannya adalah ketika kita melihat hal-hal yang ganjil yang di sebabkan oleh kejadian dari lahiriyah,  seperti melihat orang cacat atau orang yang tidak kita sukai, dan dengan ringannya Kita mengucapkan "na'udzubillahimindzalik" sebagai reaksi kita dengan maksud supaya kita dan keluarga terhindar dari hal seperti yang kita lihat. Tapi itu sebenarnya hal yang keliru. Bukankah orang cacat itu adalah karunia Allah SWT kepada seorang hamba yang Dia anggap mampu untuk menangguh hal itu?, bila kita menghujat orang cacat dengan pengucapan kata diatas bukankah sama saja dengan menghujat ciptaan-Nya??  Astaghfirullahal'adzim... Semoga kita semua terhindar dari hal yang demikian.
Semoga Bermanfaat


loading...

0 Response to "Penempatan dan pengucapan Kalimat "Insya Allah" & "Na'udzubillahimindzalik""

Posting Komentar